Beras Cerdas, Solusi Sehat Mengatasi Ketergantungan pada Beras

 

potensi 55

Heboh beras berbahan baku plastik yang sempat mencuat beberapa waktu lalu mengingatkan kita pada potensi beras analog yang justru cenderung tenggelam dan tidak berkembang. Teknologi beras analog yang telah dikembangkan para peneliti belum mendapat respon memadai dari konsumen, dan belum mendapat dukungan pengembangan dari pemerintah. Padahal bila potensi ini digarap dengan serius, tidak saja bisa menjadi solusi dari ketergantungan pada beras yang sangat tinggi tetapi juga bisa mengangkat nilai tambah pada komoditas yang menjadi bahan baku pembuatannya.

Salah satunya adalah beras cerdas yang ditemukan oleh tim peneliti dari Universitas Jember pada tahun 2004. Dengan mencampurkan beberapa bahan, yakni mocaf (tepung singkong), jagung, protein, susu  dan bahan tambahan lain mereka menemukan beras ‘tiruan’ yang memiliki bentuk persis seperti beras, dimasak juga seperti memasak beras tetapi memiliki kandungan gizi yang lebih lengkap dibandingkan beras. Mengapa disebut beras cerdas? Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember Ahmad Subagio menjelaskan, beras cerdas merupakan beras restrukturisasi dari beragam bahan baku alami dan asli Indonesia. Beras ini diproses dengan teknologi cerdas sehingga lebih bergizi dan sehat.

Beras ini dibuat dari tepung lokal modified cassava flour (mocaf) serta bahan baku lain  yang sesuai  dengan kekayaan pangan daerah. Beras ini bisa diproses dengan teknologi tingkat rendah (bisa diproduksi oleh warga) hingga tinggi. Beras ini dapat dimasak secara sederhana seperti kebiasaan orang Indonesia dalam mengolah beras. Yang menarik, beras ini juga  menghasilkan nasi dengan cita rasa, aroma, warna dan bentuk yang menarik.

Dengan cara memasak yang sama dengan beras, baik menggunakan metode tradisional maupun rice cooker, beras cerdas dapat disiapkan dan disajikan dengan karakteristik yang khas dan cita rasa yang enak. Berdasarkan uji sensori, beras cerdas yang dimasak secara tradisional menghasilkan nasi dengan rasa, aroma, warna dan kenampakan yang lebih disukai dari pada beras cerdas yang dimasak menggunakanrice cooker. Beras cerdas dapat diolah sesuai dengan ragam masakan atau kuliner Indonesia bahkan dijadikan bahan untuk membuat ragam masakan baru. Dengan karakteristik tersebut, beras cerdas akan lebih mudah diterima dan dikonsumsi oleh masyarakat.

Dalam perkembangnnya beras cerdas telah diproduksi dalam beberapa varian, diantaranya beras cerdas  pengisi  berbahan baku tepung beras. Ada beras cerdas fortifikasi yang terbuat dari tepung beras, ditambah mikronutrient sehingga dapat digunakan untuk beras fortifikasi. Selain itu, ada beras cerdas sayur, yang berbahan baku mocaf, tepung beras dan aneka sayuran, yang sangat cocok untuk sumber serat, mineral, vitamin dan berbagai micronutrient lain yang alami. Juga tersedia beras cerdas kacang yang terbuat dari mocaf, tepung beras dan aneka kacang-kacang yang cocok untuk sumber protein, serat, mineral dan vitamin. (tepungmocaf.com/Kompas)