Budidaya Padi Salibu, Inovasi Pertanian Murah Biaya Dengan Produksi Meningkat

Sumber : padiCovesia.com – Berbagai Inovasi dan teknologi dalam dunia pertanian di Indonesia sejatinya harus segera dikembangkan, mengingat semakin menyempitkan areal pertanian yang merupakan sumber utama penyanggah pangan nasional. Untuk itu, Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat terus melakukan berbagai upaya dalam hal meningkatkan produksi hasil pertanian dengan biaya produksi yang ringan, sehingga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat.

‘Budidaya Padi Salibu’ misalnya. Saat ini, teknologi budidaya padi salibu akan segera digalakan oleh Pemerintah Kota Pariaman Sumatera Barat. Budidaya yang telah diujicobakan ini dinilai sangat layak dan tepat untuk diterapkan.

“Dengan budidaya Padi Salibu, maka para petani dapat memangkas biaya produksi dari Rp4,8 juta per hektar menjadi Rp2 juta,” Ujar Wali Kota Pariaman melalui Asisten II, Sukardi dalam kegiatan Panen Perdana Demplot Teknologi Padi Salibu dan Peletakan Batu Pertama pembangunan irigasi pengairan sawah kelompok tani jembatan baru Desa Tungkal, Pariaman, Selasa (20/1/2015).

Dihadapan puluhan petani dan pihak-pihak terkait yang hadir, Suardi juga mengatakan, dari hasil ujicoba dan riset yang dilakukan diketahui bahwa, budidaya Padi Salibu ini mampu meningkatkan produktifitas para petani dari segi hasil maupun intensitas panen, pasalnya melalui budidaya ini secara tidak langsung para petani telah melakukan penghematan dalam segi biaya produksi, namun meningkat dari segi jumlah panen.

“Dengan budidaya ini, dalam satu kali tanam, petani bisa melakukan 3 sampai 6 kali panen,” ucapnya.

Untuk itu, ia menambahkan, jika inovasi ini diterapkan dalam dunia pertanian, maka tak hayal swasembada beras yang saat ini menjadi target pemerintah dapat segera terealisasi. Kota Pariaman pun akan menjadi ‘Kota Swasembada’ beras di 2015. “Saat ini, Kota Pariaman mempunyai 2.500 hektar dengan produksi pertahunnya 5.000 ton. Dengan budidaya Padi Salibu, maka hasil produksi bisam mencapai 3-6 kali lipat,” tambahnya lagi.