Cara Benar Memangkas Tanaman Mangga

 

1

Tanaman mangga yang ideal memiliki tajuk yang terbuka, cukup rendah untuk dipetik dengan mudah (tingginya sekitar 3-5 meter), dan memiliki tiga atau paling banyak empat cabang primer serta banyak ujung cabang yang berbuah. Hal ini dapat dicapai salah satunya dengan cara pemangkasan. Tanaman yang dipangkas teratur akan memberikan lingkungan mikro yang baik bagi pertumbuhan tanaman, sehingga sinar matahari sebagai sumber energi utama dapat menembus semua bagian tanaman, mengurangi kelembaban yang berlebihan, juga dapat meminimalkan perkembangan jamur dan organisme pengganggu tanaman (OPT) lainnya. Dengan demikian pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal untuk memberikan hasil yang optimal pula.

Salah satu tahapan penting dalam budidaya mangga adalah pemangkasan pemangkasan yang penting adalah pemangkasan bentuk. Pemangkasan ini bertujuan untuk membentuk kerangka dasar tanaman agar mempunyai produktivitas yang tinggi dan membentuk tajuk untuk memudahkan panen serta perawatan tanaman. Pada tanaman mangga pemangkasan dilakukan dengan tipe terbuka tengah dengan susunan batang utama dan cabang mengikuti pola 1-3-9-27, yakni 1 (satu) batang utama, 3 cabang primer, 9 cabang sekunder, dan 27 cabang tersier. Bunga dan buah mangga muncul di ujung cabang, hal ini berarti semakin banyak ujung cabang yang dimiliki tanaman, kemungkinan lebih banyak produksinya.

Pemangkasan bentuk dilakukan pertama kali pada saat tanaman berumur kurang dari satu tahun, saat tinggi tanaman sekitar 1 meter dan diameter batang 1-1,5 cm. Ujung batang dipotong sampai ketinggian 50-70 cm dari permukaan tanah  untuk mengembangkan batang yang kokoh dan   untuk mendorong pertumbuhan beberapa tunas samping. Pemotongan dilakukan 2-3 cm tepat di atas ruas/buku tanaman dengan menggunakan gunting pangkas. Hal ini dimaksudkan agar tunas yang keluar nantinya mempunyai posisi yang relatif sejajar. Setelah tunas tersebut tumbuh menjadi cabang primer, dipilih dua atau tiga  terbaik yang dibiarkan tumbuh, cabang yang dipilih sebaiknya dari ketinggian yang sedikit berbeda dan membentuk sudut antar cabang yang seimbang yaitu sekitar 120o agar tanaman menjadi lebih kokoh. Cabang lain yang tidak dikehendaki dipangkas sampai sekitar 1 cm dari pangkal batang.

Pada tahun kedua cabang primer yang telah tumbuh dengan panjang 80-100 cm dipangkas kembali dengan panjang yang tersisa sekitar 30-50 cm dari pangkal cabang, pemangkasan dilakukan 2-3 cm di atas ruas tanaman.  Dari ketiga cabang primer tersebut masing-masing dipelihara 3 cabang sekunder lagi, demikian selanjutnya hingga tahun ketiga dan bila diperlukan hingga tahun keempat, sampai terbentuk percabangan yang kompak dan tajuk tanaman diarahkan membentuk setengah kubah dengan penyebaran daun yang merata. Pemangkasan direkomendasikan pada awal musim hujan.

Selain pemangkasan bentuk, perlu juga dilakukan pemangkasan pemeliharaan yang dilakukan pada tanaman usia produktif. Pemangkasan ini dilakukan umumnya setelah umur tanaman 4-5 tahun dan direkomendasikan setelah panen dan awal musim hujan. Pemangkasan pemeliharaan pada tanaman mangga dilakukan untuk: Mengontrol ukuran tanaman, menjaga bagian tengah tanaman yang terbuka untuk penetrasi cahaya dan penyemprotan pestisida, memaksimalkan ujung cabang yang berbuah, meningkatkan kualitas warna buah, dan menghilangkan cabang yang mati dan berpenyakit.  (Elvina Herdiani)