Indeks Panen Meningkat, Hasil Panen Berlipat

 

Farmer in Rice Paddy Taiwan

   

            Petrokimia Gresik sebagai produsen pupuk terkemuka juga memberi perhatian besar pada pengembangan padi Salibu. Direktur Utama Petrokimia Gresik, Hidayat Nyakman mengatakan, tujuan dari budidaya padi Salibu adalah meningkatkan indek pertanaman yang disebabkan oleh waktu tanam yang pendek dan hasil yang lebih banyak. Salibu juga mampu menghemat biaya operasional penanaman yang dikeluarkan petani karena petani tidak lagi memerlukan benih baru dan tidak melalu proses persemaian, pengolahan lahan atau bajak, dan penanaman. “Tujuan peningkatan indeks pertanaman tentunya sebanding dengan peningkatan produksi padi per hektar sawah. Berdasarkan hasil penelitian BPTP Jawa Timur, tidak terjadi penurunan hasil panen yang signifikan apabila dibandingkan dengan sistem tanam konvesional pindah tanam,” paparnya ketika menghadiri panen padi Salibu di Desa Wododaren, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi beberapa waktu lalu. Dalam hal ini Petrokimia Gresik memberi perhatian khusus pada aspek pemupukan, apalagi hasil penelitian dan ujicoba menunjukkan pemupukan menjadi salah satu hal penting pada pengembangan padi Salibu.  Menurut Hidayat Nyakman,  dengan pemupukan berimbang 5:3:2 atau 500 kg Petroganik, 300 kg PHONSKA dan 200 kg Urea, akan menghasilkan produkstivitas tinggi. “Pemupukan berimbang pada padi dengan formula 5:3:2 terbukti mampu meningkatkan produksi 10% hingga 20%. Dan Petrokimia Gresik  mendukung pengembangan budidaya padi dengan sistem Salibu di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, guna mewujudkan program swasembada pangan yang ditargetkan pemerintah tiga tahun ke depan,” ujarnya.

Menurut Erdiman, peneliti BPTP Sumatera Barat,  untuk mengimbangi kebutuhan unsur hara pada masa pertumbuhan anakan padi Salibu perlu pemupukan yang cukup, terutama hara nitrogen. Unsur nitrogen merupakan  komponen utama dalam sintesis protein sehingga sangat dibutuhkan pada masa vegetatif tanaman, khususnya dalam proses pembelahan sel. “Itu kenapa tanaman yang cukup mendapatkan nitrogen memperlihatkan daun yang hijau tua dan lebar, fotosintesis berjalan dengan baik. Singkatnya, unsur nitrogen yang terdapat dalam pupuk urea adalah faktor penting untuk produktivitas tanaman,” jelas Erdiman.

Dia mengungkapkan bahwa budidaya Salibu selain bisa meningkatkan hasil panen juga bisa meningkatkan indeks panen (IP). Sebab pengolahan tanah, persemaian dan penanaman cukup dilakukan hanya satu kali, sehingga rentang waktu produksi menjadi lebih pendek. “Secara ekonomis biaya budidaya salibu menghemat biaya 60 % untuk pekerjaan persiapan lahan dan menanam dan 30 % untuk biaya produksi,” ujarnya. Dalam kaitan ini, Rohmat Budiono, peneliti BPTP Jatim menilai Salibu sebagai teknologi budidaya padi yang cukup baik,  namun dalam penerapannya petani harus mengaplikasikan paket teknologi Salibu secara komprehensif.  “Jangan hanya memangkas batang padi kemudian dibiarkan saja. Banyak hal dalam yang harus diperhatikan dalam budidaya padi Salibu,” jelasnya. (Made Wirya)