Kawasan Kampoeng Agro Forestri PATRA Mandiri untuk Menyelamatkan Plasma Nutfah Tanaman Asli Kalimantan

 

wacana 55

Kita semua sudah mafhum bahwa hutan Kalimantan tidak hanya terkenal sebagai salah satu paru-paru bumi, tetapi hutan Kalimantan juga menjadi tempat hidupnya aneka tanaman langka dan unik. Di antaranya adalah pohon buah-buahan yang eksotis, tanaman pangan berupa varietas padi dan berbagai tanaman kehutanan.  Namun ironis, seperti buah-buahan khas Kalimantan yang berada di kawasan Kalimantan Selatan saja  semakin lama kian langka setelah pohon buah-buah tersebut terus ditebang untuk digunakan sebagai bahan baku gergajian. Buah khas yang sudah langka seperti jenis maritam (buah sejenis rambutan tapi tidak berbulu), siwau (juga jenis rambutan juga tidak berbulu) asam hirang (mangga kecil rasanya manis). Buah lain yang pohon kayunya terus ditebang, tandui (sejenis mangga tetapi rasanya sangat kecut, biasanya disenangi hanya dijadikan rujak), lahung (sejenis durian berbulu panjang dan lancip dengan warna kulit merah tua), serta mantuala (sejenis durian berkulit tebal berduri besar rasanya khas).

Buah-buahan yang hanya berada di pedalaman Kalimantan khususnya di Pegunungan Meratus tersebut dicari lantaran pohonnya selalu besar, sehingga bila dijadikan kayu gergajian maka kayu gergajian dari pohon itu volumenya banyak. Sejak sepuluh tahun terakhir ini, kayu buahan tersebut ditebang diambil kayunya untuk dijual dan untuk bahan bangunan pembangunan rumah penduduk. Perburuan kayu buah-buahan tersebut setelah kayu-kayu besar dalam hutan sudah kian langka pula, setelah terjadi penebangan kayu dalam hutan secara besar-besar dalam dekade belakangan ini. Sementara permintaan kayu untuk dijadikan vener (bahan untuk kayu lapis) terus meningkat, setelah kayu-kayu ekonomis dalam hutan sudah sulit dicari, Bukan hanya untuk vener, kayu-kayu dari pohon buah itu dibuat papan untuk dinding rumah penduduk, atau dibuat balokan serta kayu gergajian.

Sungguh kita semua sangat menyayangkan terjadinya penebangan kayu buah tersebut, lantaran jenis kayu ini adalah kayu yang berumur tua. Kalau sekarang ditanam maka mungkin 50 tahunan bahkan ratusan tahun baru kayu itu besar. Sebagai contoh saja, jenis pohon buah lahung yang ditebang adalah pohon yang ratusan tahun usianya, padahal pohon lahung yang banyak ditebang ukuran garis tengahnya minimal satu meter. Penyebab dari penebangan kayu pohon buah tersebut lantaran karena persoalan nilai ekonomis, sebab pohon itu sebelum ditebang dijual dengan harga mahal sehingga oleh pemilik lahan dianggap menguntungkan.

Kekhawatiran yang sama juga terjadi pada tanaman pangan semisal padi. Varietas padi lokal sudah seharusnya mendapatkan perhatian dari semua pemangku kepentingan, karena sebagian di antaranya mulai terancam hilang atau tidak dikenali lagi. Keanekaragaman varietas padi lokal yang ada di Kalimantan Selatan merupakan kekayaan sumberdaya hayati, sebagai plasma nutfah, harus dilindungi agar tidak menjadi punah. Ada beberapa varietas padi lokal, yakni: duyung halus, duyung ganal, duyung kuning, sabai bintat, sabai bintangai, sabai undang, sabai ganal, sabai bintungan, sabai hujan, mayang sari, banih batakan, gadagai, gadagai panjang, srikandi, karang dukuh, sa’ban, banih manau, banih juliak, banih pucuk, banih durimun, banih lurus, banih rundun, banih sunduk, banih barawaci, duyung gimpal, banih liang, raden sanggul, raden saraup, raden penganten, dan kalungkungan. Varietas padi lokal yang dapat dicatat di atas sebanyak 30 varietas. Kemungkinan masih ada varietas padi lokal yang belum tercatat, yang memang masih harus ditelusuri dan diteliti lebih serius.

Dari sejumlah varietas padi tersebut kita ambil contoh Padi lokal “Duyung” yang memiliki keistimewaan sekaligus kelebihan dibanding varietas lain. Keistimewaan yang juga merupakan ciri khasnya adalah memiliki aroma yang harum atau wangi. Keistimewaan lainnya antara lain: rasa nasi enak, aroma khas membangkitkan selera, tidak cepat basi, beras kepala, diproduksi secara alami, dan lebih pulen namun nasi hasil tekanan dapat dibuat pera atau pulen (lembek) sesuai selera, dan budidayanya sangat konvensional yang kuat dengan tradisinya. Selain itu juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai padi unggul nasional karena produksinya bisa mencapai 5-6 ton/Ha. Namun apa boleh dikata, setelah dilakukan pengkajian dan observasi di lapangan, didapatkan kesimpulan ada suatu hal yang cukup mengkhawatirkan. Dimana dijumpai bahwa karakteristik padi duyung yang tersebar sudah mengalami perubahan.

Kalau terus demikian dan pemerintah tidak turun tangan maka kekayaan hayati yang telah dianugrehkan Tuhan kepada kita akan berangsur-angsur punah dan anak cucu kita tidak banyak mengetahui dan memanfaatkan sumber kekayaan hayati tersebut untuk kelangsungan hidup dimasa akan datang. Oleh sebab itu menjadi kewajiban kita semua untuk memikirkan serta mengupayakan untuk berperan aktif menjaga dan melestarikan berbagai tanaman tersebut. Sekarang ini lebih cenderung semua dinilai dari segi ekonomis padahal semuanya belum dibarengi dengan penelitian (riset) yang serius. Disamping itu kalau semua hanya dinilai secara ekonomis saja maka kepedulian masyarakat akan kelestarian alam tentu sekian waktu akan mengalami pengikisan pula.

Bertolak dari kekhawatiran tersebut maka sebagai generasi muda yang aktif di bidang pertanian mungkin wajar saja apabila P4S-PATRA Mandiri kabupaten Banjar Kalimantan Selatan yang selama ini kegiatannya didukung oleh PT.Petrokimia Gresik menuangkan peran sertanya pada sebuah program yang disebut dengan Kawasan “Kampoeng Agro Forestri Banua Langkar PATRA Mandiri” yang bertempat di Desa Simpang Empat Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan”.

Tujuan yang hendak dicapai dalam program Kawasan “Kampoeng Agro Forestri” tersebut, antara lain: Pertama, memberikan kesadaran kepada masyarakat terutama akan potensi besar pengembangan tanaman lokal,  baik berupa tanaman pangan, tanaman buah maupun tanaman hutan beserta pelestariannya agar tidak punah; Kedua, menumbuhkan dan menanamkan jiwa kewirausahaan kepada para petani khususnya dan masyarakat pada umumnya; Ketiga, memberikan pencerahan dan gambaran kepada para petani khususnya bagi generasi muda tani dan masyarakat luas betapa pentingnya untuk mengembangkan tanaman lokal dalam sebuah kawasan dan dengan dikelola secara organik sehingga masyarakat dapat termotivasi dalam upaya pengembangan usaha pertanian yang bersenergi dengan kearifan lokal; Keempat, menjadikan suatu kawasan yang dapat dijadikan sebagai suatu tempat untuk sarana pendidikan dan menambah wawasan seputar tanaman lokal bagi semua lapisan masyarakat; Kelima, memanfaatkan anugerah Tuhan akan kekayaan alam berupa potensi alam akan ketersedian lahan, ragam tanaman lokal  dan pendukung lainnya dalam bentuk suatu kawasan Agro Forestri guna pemberdayaan masyarakat petani., Keenam, menjadi wadah dan sarana untuk menggali potensi kekayaan hayati yang pada tujuan akhirnya dapat memberikan kebermanfaatan bagi semua.

Dalam mewujudkan sebuah kawasan “Kampoeng Agro Forestri Banua Langkar” PATRA Mandiri yang salah satunya untuk memelihara dan menjaga kelestarian kekayaan hayati tentunya memerlukan dukungan semua pihak dan diperlukan tindakan yang sifatnya segera sebelum semuanya punah disebabkan permasalahan ekonomi yang tak bisa dibendung. Kalau tidak sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi demi keberlangsungan kehidupan anak cucu kita. Semoga! (Nor EfansyahSekretaris P4S-PATRA Mandiri Kalsel)