KETIKA TENTARA MENYERBU SAWAH

ats sjn utmDi tengah keraguan banyak pihak pada kemampuan Presiden Jokowi untuk mewujudkan janji politiknya meraih swasembada pangan dalam tiga tahun ke depan, beberapa langkah terobosan telah diambil untuk dapat mewujudkan target itu. Selain pembangunan dan perbaikan infrastuktur pertanian yang terus dilakukan, dana dalam jumlah sangat besar juga telah dikucurkan. Selain itu, telah diambil langkah terobosan dengan menggandeng kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai pendukung percepatan terwujudnya swasembada pangan. Artinya, ribuan tentara anggota TNI akan menyerbu sawah, memacu produksi pangan bersama para petani.
Dalam Rapat Pimpinan TNI Angkatan Darat bersama Kementerian Pertanian awal tahun 2015, telah disepakati kerjasama antara dua lembaga tersebut untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan. Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, TNI mendukung program pemerintah untuk membangun swasembada pangan dalam tiga tahun ke depan. “Penandatanganan dilakukan karena perintah presiden tentang swasembada pangan tiga tahun ke depan. TNI AD mendukung agar swasembada pangan ini tercapai,” ujar Gatot.
Menurut Gatot, swasembada pangan merupakan hal yang sangat penting bagi ketahanan nasional. Oleh karena itu, setiap Pangdam akan terlibat aktif untuk membantu program swasembada pangan ini. Misalnya, penyiapan tenaga pendamping bagi petani sebagai gerakan swasembada yang ditandai pemberian traktor massal secara cuma-cuma kepada para petani. “Apabila pendistribusian bibit dan pupuk terkontrol, tidak ada force mayor, maka tidak perlu sampai tiga tahun kita swasembada pangan. Kita juga bisa ekspor,” harapnya
Sementara Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan, seluruh pemangku kepentingan akan dilibatkan dalam kerjasama tersebut, termasuk para petani, perusahaan penghasil pupuk, dan pemangku di sektor perkebunan. Dalam kesempatan terpisah dia juga menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan jajaran TNI dan lembaga terkait secara baik, sehingga program swasembada pangan dapat berjalan dengan baik dan cepat. “Keterlibatan TNI sangat diharapkan untuk memotivasi petani, menanamkan kedisiplinan, kejujuran petani dan mengontrol bantuan agar cepat sampai ke petani,” jelasnya.
Dalam hal ini, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Hasil Sembiring menjelaskan, pola kerjasama dengan TNI AD saat ini berbeda dengan bentuk kerjasama Kementerian Pertanian terdahulu yang lebih tertuju pada gerakan simbolis. Kali ini kerjasama dengan TNI diaahkan untuk mengakselerasikan swasembada pangan mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pengawalan, seperti program Manunggal ABRI pada pemerintahan Orde Baru.
Salah satu wujud kesungguhan TNI dalam mendukung pencapaian swasembada pangan adalah dengan menerjunkan 50.000 anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk mendampingi para petani. Meskipun langkah ini menuai kritik dari beberapa pihak, namun oleh Menteri Pertanian dianggap sebagai langkah strategis untuk memenuhi kekurangan jumlah penyuluh pertanian. Selain itu, aparat TNI juga melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap distribusi pupuk bersubsidi, dengan membongkar sejumlah kasus mafia dan pemalsuan pupuk bersubsidi. (Bambang S.)