MANGGA SOEKARNO DI LAHAN TANDUS MESIR

mangga soekarno

Keakraban hubungan Indonesia dengan Mesir dimasa lalu, sudah tidak perlu diragukan lagi. Catatan sejarah tentang hubungan kedua negara telah mengakar ke berbagai lini kehidupan; politik, hankam, sosial budaya dan ekonomi. Hal ini antara lain tergambar pada seringnya  Presiden Soekarno berkunjung ke Cairo. Sebaliknya, rakyat Mesir juga sangat merasakan kedekatan secara psikologis dengan pemimpin nasional yang satunya ini. Hal ini terbukti para orang tua Mesir masih banyak yang memberikan nama anaknya dengan nama Soekarno. Selain itu, nama Ahmed Soekarno juga dipergunakan untuk nama beberapa jalan di Mesir.

Sejarah juga mencatat, Soekarno juga pernah membawa sebatang bibit unggul mangga cangkokan dari Indonesia, untuk diserahkan kepada sahabatnya Gamal Abdel Nasser di Mesir. Hal ini terungkap, pada saat kunjungan kenegaraan Presiden Megawati Soekarno Putri ke Mesir pada tahun 2003. Yang saat itu diinformasikan langsung oleh Menteri Pertanian Mesir Dr. Yousef Wali. Kini mangga yang dibawa Presiden Soekarno itu dikenal luas oleh masyarakat Mesir dengan nama Mangga Soekarno.

Keunggulan mangga Soekarno menurut petani Mesir; dagingnya tebal, bijinya kecil serta rasanya manis dan harum. Para ahli pertanian Mesir telah melakukan beberapa modifikasi gen pada mangga itu, sehingga mampu tumbuh di lahan pertanian di Mesir yang didominasi padang pasir gersang dan tandus. Hasilnya ternyata mangga itu memiliki rasa dan aroma yang lebih harum daripada mangga aslinya.

Selain itu, keunikan mangga Soekarno setelah dimodifikasi adalah mampu tumbuh pada lahan seekstrem apapun, dengan hanya membutuhkan sedikit air. Jenis mangga ini umumnya ditanam oleh petani di perkebunan Cairo Alexandria desert road dan Cairo Ismailia plantation. Banyak orang asing terkesima dan tidak percaya saat melihat pohon mangga ajaib itu. Tumbuh sehat di tengah padang pasir, dengan bunga dan buah yang rimbun.

Teknis pengairan pada pertanian mangga padang pasir ini, tertumpu pada dua selang kecil warna hitam. Satu bertugas memasok pupuk, sedangkan yang satunya lagi menyuplai air sesuai waktu yang telah ditentukan oleh pengelola kebun. Kedua selang hitam kecil, melewati semua pohon mangga yang ada di perkebunan itu. Selanjutnya pada waktu tertentu akan mengalirkan air serta pupuk ke semua pohon mangga dari sebuah titik sentral.

Sehingga jangan heran, jika anda sedang melewati pasar buah di negeri sungai Nil itu, terkadang akan melihat pemandangan aneh ada buah mangga yang sebesar buah semangka. Bentuknya pun aneh-aneh, jika dibandingkan dengan buah mangga yang ada di tanah air. Mungkin ini salah satu kelebihan ahli pertanian Mesir, mampu mengembangkan tanaman seperti yang pernah dilakukan oleh moyang mereka Nabi Yusuf a.s. ribuan tahun yang lalu. (Masykur A. Baddal/ton)