MENGATASI EMBUN UPAS PADA BAWANG MERAH

embun upasBagi petani bawang merah atau horti pada umumnya, “embun upas” merupakan dua kata yang sangat akrab di telinga mereka. Tidak seperti embun pagi yang bening dan menyejukkan hati, embun upas menjadi momok bagi tanaman horti untuk bumbu dapur tersebut, yang bisa membuat hati petani kebat-kebit. Sebab penyakit ini bisa mengganggu pertumbuhan bawang merah dan bisa menurunkan hasil panen. Bahkan lebih parah lagi, gagal panen dan mengakibatkan petani mengalami kerugian yang tidak sedikit.

Menurut Ir. Ken Winarni, Senior Manager Research & Development  PT Petrokimia Kayaku, embun upas atau Peronospora destructor dan pada beberapa tempat juga dikenal dengan Lodoh, Nglulub atau Trotol, merupakan penyakit yang diakibatkan oleh cendawan bulu halus dan menyerang daun bawang merah. Penyakit yang di kalangan peneliti dan akademisi sering disebut dengan Downy Mildew itu, bisa menyerang secara sistemik maupun lokal dan disebarkan melalui udara. Daun bawang merah yang terkena serangan jamur ini menguning, kering dan berakhir dengan kematian.

Ken juga menambahkan bahwa embun upas bisa muncul setiap saat, terutama ketika hujan pada malam hari, dan pagi harinya udara berkabut dengan suhu 4 – 25°C. “Tanaman bawang merah yang terserang, daunnya menjadi pucat dan menguning. Pada saat udara lembab, daun yang terserang akan menunjukkan gejala bintik-bintik berwarna ungu.  Tapi ketika udara semakin kering bintik-bintik tersebut berubah menjadi putih, dan semakin lama semakin lebar. Tahap berikutnya, warna daun bawang merah menjadi pucat, menguning dan layu,” jelasnya.

Untuk tindakan pencegahan, Ken Winarni menyarankan agar dilakukan sejak awal ketika masa pembenihan dan pembibitan. Dengan cara pemanasan kering atau dry heating dengan suhu 41°C selama lebih dari 4 jam pada umbi dan bibit. Langkah pencegahan berikutnya adalah dengan rutin mengontrol tanaman bawang merah di lahan tiap pagi, utamanya ketika turun hujan pada malam sebelumnya dan udara menjadi lembab. “Udara dingin dan lembab bisa menyebabkan embun yang menempel pada daun bawang merah dan bisa mendatangkan berbagai penyakit, termasuk cendawan bulu halus. Itu kenapa kami menyarankan pembersihan titik-titik embun dengan cara disemprot air, atau mengusapnya dengan menggunakan daun pisang. Setelah daun bawang merah terbebas dari embun,  tahap berikutnya adalah menyemprotnya dengan fungisida,” papar Ken.

Untuk fungisida, Ken merekomendasikan fungisida yang berbahan aktif Klorotaronil 77 % dan Mancozeb 80 %. “PT Petrokimia Kayaku memroduksi fungisida dengan merek dagang  Kordova 77 WP dan Matazeb 80 WP. Dimana kedua produk tersebut masing-masing mengandung bahan aktif Klorotaronil 77 % dan Mancozeb 80 %. Dengan konsentrasi 1 – 2 g/l, selain dapat mencegah serangan busuk daun, batang, dan buah juga memperbaiki pertumbuhan tanaman. Sedangkan untuk umbi  yang terkena infeksi, disarankan  menggunakan  Metazeb 80 WP dengan   konsentrasi 0,2 – 0,3 %,” pungkasnya. (Made Wirya, Sumarsono)