Persahabatan

hal 15-aOleh : Bambang Sugianto
Dalam sebuah pertemuan dengan Kios Resmi di Propinsi Lampung yang dihadiri sekitar 1000 orang, sahabat saya memberikan tips kepada para pemilik Kios. Apabila ingin lebih sukses, kita perlu menerapkan konsep menjadi makhluk sosial seutuhnya, begitu terang sahabat saya mengawali pembicaraannya. Ternyata tahapan perkembangan manusia untuk sampai menjadi makhluk sosial seutuhnya harus melalui tiga tahapan. Tahapan pertama adalah saat kita dilahirkan, kita menjadi makhluk yang dependent (tergantung), apapun yang kita butuhkan tergantung dari orang lain untuk memenuhinya, orang lain yang terdekat dengan kita adalah orang tua kita yang selalu memenuhi apapun yang kita butuhkan waktu masih bayi dan anak-anak. Tahapan kedua adalah saat kita beranjak menjadi remaja, sampai menjadi dewasa, kita memasuki tahapan menjadi makhluk yang independent (merasa bisa sendiri).

Berikutnya setelah kita merasa bisa sendiri, apakah benar segala sesuatu bisa kita lakukan sendiri? Segala kebutuhan bisa kita penuhi sendiri? Ternyata tidak, jadi kita masih harus memasuki tahapan yang terakhir yaitu kita menjadi makhluk yang interdependent (saling membutuhkan, saling mendukung), atau dengan kata lain kita harus menjalin persahabatan dengan sesama kita. Nah, disinilah kita akan terbentuk menjadi makhluk sosial seutuhnya, dan disinilah kita akan menjadi manusia yang sempurna. Kita akan bisa membentuk diri kita menjadi manusia yang sukses melalui persahabatan dengan orang lain, dengan konsep saling membutuhkan, saling mendukung dengan sesama kita.

Dalam konteks kita sebagai pemilik Kios, apabila ingin lebih sukses, maka kita juga harus bisa menerapkan konsep tersebut, yaitu menjadi makhluk sosial seutuhnya dengan menjalin persahabatan dan menerapkan konsep saling membutuhkan, saling mendukung. Dengan siapa Kios harus menjalin persahabatan? Mari kita urut mulai dari hulu sampai ke hilir. Yang pertama, PT Petrokimia Gresik sebagai Produsen, di sisi hulu harus menjalin persahabatan dengan para pemasok, pemegang saham, dan para birokrasi pemerintah, sedangkan di sisi hilir harus menjalin persahabatan dengan Distributor. Persahabatan Produsen dengan Distributor ini sudah terjalin sangat baik, minimal setahun dua kali ada pertemuan besar, sementara setiap saat ada wakil produsen yaitu Sales Supervisor di daerah yang dapat mengunjungi atau berkomunikasi dengan Distributor.

Berikutnya Distributor, di sisi hulu harus menjalin persahabatan dengan Produsen, dan di sisi hilir harus menjalin persahabatan dengan Kios. Di sisi hulu persahabatan sudah terjalin baik dengan Produsen, sedangkan di sisi hilir persahabatan dengan Kios ini yang masih perlu dijalin lebih dekat lagi. Jalinan persahabatan antara Distributor dengan Kios ini harus ditingkatkan lagi dengan lebih intensif, agar benar-benar dapat terjalin hubungan saling membutuhkan, saling mendukung satu sama lainnya. Yang terakhir adalah Kios, di sisi hulu harus menjalin persahabatan dengan Distributor, di sisi hilir harus menjalin persahabatan dengan para petani melalui Kelompok Tani yang ada di wilayahnya.

Kios resmi ini sebagai ujung tombak, atau sebagai garda terdepan khususnya dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Apabila ingin lebih sukses maka tidak bisa ditawar lagi harus bisa menerapkan konsep menjalin hubungan saling membutuhkan dan saling mendukung ini. Hubungan dengan Distributor harus dijalin dengan lebih dekat lagi, dan tidak bisa ditunda lagi jalinan hubungan dengan Kelompok Tani juga harus segera dijalin yang lebih dekat lagi melalui berbagai kesempatan. Apabila hal ini dapat diterapkan, maka akan terjalin hubungan yang sinergis, hubungan yang saling mendukung, saling membutuhkan, dan saling menguntungkan. Dengan demikian Kelompok Tani akan merasa senang dan Kios akan menjadi lebih sukses, karena omzetnya meningkat. Demikian kata sahabat saya sambil menutup pertemuan. Selamat mencoba, salam hangat…”be happy to take success”.