Prospek Bisnis Beras Hitam

potensi 577Selama ini masyarakat hanya mengenal ketan hitam. Padahal, selain ketan hitam, juga dikenal beras hitam yang juga disebut sebagai beras terlarang (forbiden rice). Disebut beras terlarang, sebab pada zaman dahulu di RRC, beras hitam hanya boleh disantap oleh kaisar dan para bangsawan. Beras hitam, beda dengan ketan hitam karena tidak lengket dan bisa dimasak serta dikonsumsi sebagai nasi biasa. Rasanya juga seperti beras merah, agak kasar karena hanya digiling pecah kulit, tanpa disosoh. Kalau beras hitam disosoh akan menjadi beras abu-abu, karena yang hitam hanya kulit arinya.

Yang disebut beras dan ketan hitam sebenarnya juga bukan benar-benar berwarna hitam, melainkan ungu. Namun, warna ungunya demikian kuat hingga terkesan sebagai berwarna hitam. Beras merah, dan beras hitam, belakangan dianggap lebih bermanfaat bagi kesehatan, karena tidak disosoh, hingga kulit arinya masih utuh. Dalam kulit ari beras inilah terkandung serat serealia, yakni serat pangan yang kualitasnya paling baik bagi organ pencernaan. Selain itu, dalam kulit ari tersebut juga terkandung minyak nabati yang kaya akan asam amino, vitamin, mineral. Dalam beras merah/hitam juga terkandung betakaroten, yang berkhasiat sebagai zat antioksidan. Beras hitam memiliki zat anti-aging yang cukup tinggi, yang berguna mencegah penuaan dini. Sedangkan kadar glukosanya di bawah beras merah sehingga beras hitam sangat cocok menjadi santapan para pengidap penyakit diabetes.

Beras hitam berharga lebih tinggi karena faktor pasokan yang lebih kecil dari permintaan. Juga karena secara kuantitas, hasil per satuan hektar beras hitam, lebih kecil dibanding beras putih. Saat ini, penyerap beras hitam terbesar di dunia, justru Amerika Serikat (AS). Mereka menganggap beras hitam berkhasiat luar biasa bagi kesehatan. AS memperoleh pasokan beras hitam dari RRC. Beras hitam pertama kali dibudidayakan di negara bagian Manipur di India. Manipur diduga oleh para ahli merupakan kawasan asal-usul padi. Di Indonesia, harga beras hitam juga ditawarkan dengan harga antara Rp20.000 sampai Rp25.000 per kg. Di tangan konsumen harganya bisa mencapai Rp 35.000 per kg.

Proses penanaman padi hitam tidak jauh beda dengan padi biasa. Namun, umur tanam padi hitam lebih lama dibandingkan padi jenis lainnya. Padi hitam membutuhkan waktu 120 sampai 140 hari. Adapun masa tanam padi putih hanya 90 hari. Selain itu, bulir-bulir pada padi hitam lebih sedikit jumlahnya ketimbang padi putih. Meskipun demikian, melihat pasar yang masih terbuka luas dan harga jual yang cukup tinggi, beras hitam sangat prospektif untuk dikembangkan. (Kontan/sumber lain)