Saluran Pemasaran Produk Pertanian

3

Saluran pemasaran produk pertanian adalah rute yang dilalui oleh produk pertanian ketika produk tersebut bergerak dari farm gate, yaitu petani produsen ke pengguna atau pemakai terakhir. Produk pertanian yang berbeda akan mengikuti saluran pemasaran yang berbeda pula. Umumnya saluran pemasaran terdiri atas sejumlah lembaga pemasaran dan pelaku pendukung. Mereka secara bersama-sama mengirimkan dan memindahkan hak kepemilikan atas produk dari tempat produksi hingga ke penjual terakhir (Musselman dan Jackson, 1992). C. Glenn Walters mendefinisikan saluran pemasaran sebagai sekelompok pedagang dan agen perusahaan yang mengombinasikan antara pemindahan fisik dan nama dari suatu produk untuk menciptakan kegunaan bagi pasar tertentu.

Bila proses saluran pemasaran komoditas pertanian melalui alur yang tepat maka akan memberi keuntungan yang baik bagi petani, sehingga petani berhasil dalam usahataninya. Namun sebaliknya, bila saluran pemasaran yang terjadi cenderung tidak sehat, misalnya terlalu panjang atau ada praktek monopoli maka petani akan menjadi pihak yang dirugikan. Panjang pendeknya saluran pemasaran menurut Hanafiah (1986) bergantung jarak antara produsen ke konsumen,  cepat tidaknya produk yang ditransaksikan itu rusak, skala produksi, serta posisi keuangan lembaga pemasaran yang terlibat.

Sayangnya, di Indonesia saluran pemasaran produk pertanian cenderung masih merugikan petani. Pada hampir semua komoditas pertanian, saluran pemasaran terangkai dalam jaringan yang terlalu panjang dan tidak menguntungkan petani. Produk pertanian harus melewati pedagang pengumpul, grosir, pedagang pengecer, baru sampai ke tangan konsumen. Bahkan banyak komoditas pertanian yang harus melalui saluran pemasaran yang lebih panjang. Salah satu dampaknya, selisih harga dari tangan petani sebagai produsen hingga konsumen akhir sering sangat besar, dan keuntungan terbesar bukan dinikmati petani tetapi justru dinikmati para grosir dan pedagang yang bermain di sepanjang saluran pemasaran. Konsumen tentu juga dirugikan karena ‘terpaksa’ menerima harga yang lebih mahal.

Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk memperbaiki saluran pemasaran produk pertanian agar petani, pedagang, dan konsumen dapat memperoleh keuntungan dan manfaat yang adil. Untuk saat ini, salah satu solusi terbaik adalah dengan meningkatkan posisi tawar petani pada pedagang agar petani dapat memperoleh harga jual lebih baik, serta memangkas saluran pemasaran menjadi lebih pendek. Untuk mewujudkannya tentu dibutuhkan intervensi pemerintah. (Bangun Th.)