Sistem Irigasi Pertanian di Niigata Jepang

irigasi nigata

Sistem irigasi pertanian yang dikelola Nobutoshi Ikezu di Niigata Prefectur, Jepang selain unik juga sangat efisien dalam memanfaatkan air. Di sini diterapkan manajemen pengelolaan sumberdaya air yang tertata rapi sehingga sangat mendukung pengelolaan lahan pertanian yang dikelola petani. Sekitar 3 km dari tempat lahan yang dikelola terdapat sungai besar yang debit airnya cukup namun tidak berlebihan. Air sungai ini dinaikan ke tempat penampungan air menggunakan pompa berkekuatan besar. Air dari tempat penampungan kemudian dialirkan menggunakan pipa-pipa air bawah tanah berdiameter 30 cm ke pertanian di sekitarnya.

Pada setiap pemilik sawah terdapat tempat pembukaan air irigasi untuk mengairi lahan sawah. Pembagian air dilakukan bergilir berselang sehari, yang berarti sehari keluar dan sehari ditutup. Penggunaannya sesuai dengan kebutuhan sawah setempat yang dapat diatur menggunakan tuas yang dapat dibuka tutup secara manual. Dari pintu pengeluaran itu air kemudian dialirkan ke sawahnya melalui pipa yang berada di bawah permukaan tanah. Sedangkan untuk mengatur ketinggian air dilakukan dengan cara menaikan dan menurunkan penutup pintu pembuangan air secara manual. Pembuangan air dari sawah masuk saluran irigasi yang terbuat dari beton sehingga air dengan mudah kembali ke sungai kecil, tanpa merembes terbuang ke bawah tanah. Pencegahan perembesan air dilakukan dengan sangat efisien.

Model pengairan seperti ini tampaknya bisa diterapkan di Indonesia terutama untuk mengoptimalkan penggunaan sumberdaya air, dengan meminimalkan kehilangan air. (Pudjiatmoko/Wikipedia/sumber lain)