Teh ‘Oolong‘Turunkan Kolesterol

teh oolong 2

Selama ini jenis teh yang paling sering dikonsumsi adalah teh hitam atau teh hijau. Selain dua teh tersebut sebenarnya ada jenis teh lain yaitu teh oolong yang juga memiliki khasiat tinggi untuk kesehatan. Perbedaan antara teh oolong dengan teh hitam serta teh hijau adalah proses fermentasinya. Teh oolong diproses secara semi fermentasi, sedangkan teh hijau tanpa fermentasi dan teh hitam diproses secara fermentasi penuh. Hal yang sangat khas dari teh oolong adalah warnanya yang keemasan saat diseduh dan aromanya yang lebih tajam.

Keunggulan teh oolong adalah pada kandungan antioksidannya, yang mencapai 100 kali lebih banyak dibandingkan suplemen vitamin C. Hal itu karena senyawa polifenol, theanin, mineral serta alkaloid dalam daun teh oolong sangat tinggi.  Polifenol dalam teh oolong membantu kesempurnaan kerja enzim superxide dismutase (SOD) yang bisa menyingkirkan radikal bebas. Senyawa polifenol pada teh yang memiliki manfaat bagi kesehatan adalah unsur katekin (Catechin) dan turunnannya Epigallokatekin (EGCG) dan Theaflavin sebagai unsur yang paling berperan sebagai antioksidan dalam menangkal radikal bebas.

Untuk mendapatkan khasiat teh oolong secara maksimal, minumlah setiap hari minimal empat gelas. Penelitian yang dilakukan oleh Prof. Dede Kusmana, Guru Besar Ilmu Kardiologi, Universitas Indonesia menunjukkan bahwa dengan mengonsumsi teh sebanyak 4 hingga 6 gelas per hari secara teratur bisa memberikan efek positif bagi kesehatan.  “Teh ini berfungsi juga sebagai antiradang, antiinflamasi serta antibiotik. Saat sedang flu atau merasa tidak badan, teh bisa meredakan gejala tersebut. Bahkan mengonsumsi obat antibiotik dengan teh bisa meningkatkan kerja obat,” kata Prof. Dede Kusmana.

Selain itu, dengan mengonsumsi teh oolong secara teratur bisa menurunkan level LDL (kolesterol jahat) dalam tubuh serta menekan proses pembekuan darah yang memicu serangan jantung. Jadi, mulai sekarang minumlah teh oolong secara teratur agar lebih sehat. (vivanews)